|
PEMKAB GENCARKAN PADAT KARYA ATASI LAPANGAN KERJA
(Humas) - Pemkab Karangasem gencarakan Program Padat Karya untuk mengatasi tersedianya lapangan kerja khususnya bagi masyarakat kurang mampu. Tahun ini digelontor dana program padat karya sebesar Rp 430.000.000,- untuk tiga jenis kegiatan. Sebagaiamana dilaporkan kepala Dinas TKPM Drs. I Gusti Ngurah Swetha, M.Si (7-7-08) di Desa Peringsari Kecamatan Selat saat acara pembukaan kegiatan padat karya. Ketiga jenis kegiatan padat karya tersebut terdiri dari program padat karya pembuatan kolam ikan dan perbaikan saluran air pada Subak Kelampuak untuk pengembangan udang galah di Dusun Saren Kauh Desa Budakeling Kecamatan Bebandem, menyerap 45 tenaga kerja selama 45 hari dengan nilai pekerjaan sebesar 230 juta rupiah. Program padat karya lainnya adalah perbaikan senderan irigasi pada Subak Lebu Desa Lokasari Kecamatan Sidemen, menyerap 54 tenaga kerja selama 60 hari dengan nilai 150 juta rupiah, dan program padat karya perbaikan jalan dan senderan pada Dusun Peringsari Kecamatan Selat menuju Yeh Kori Kecamatan Bebandem, menyerap 34 tenaga kerja selama 60 hari dengan nilai 150 juta rupiah.
Maksud dan tujuan dilaksanakannya proyek padat karya adalah untuk menyediakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat pedesaan yang mayoritas petani pada saat menunggu musim panen, sehingga memperoleh pendapatan tambahan. Sekaligus memberdayakan potensi tenaga kerja dalam pembangunan sarana prasarana yang dibutuhkan oleh masyarakat, serta mengurangi dampak negatif pengangguran dan menumbuhkan perekonomian desa.
Bupati Karangasem I Wayan Geredeg mengatakan, tantangan penyediaan lapangan kerja dewasa ini dipengaruhi berbagai aspek seperti pengaruh global, minimnya investor, serta dampak kenaikan BBM yang memicu sempitnya lapangan kerja, minimnya kesempatan berusaha sehingga tingkat pengangguran dan kemiskinan yang makin tinggi di pedesaan. Mengatasi dampak dari situasi tersebut, Pemkab Karangasem dalam tahun 2008 ini memrogramkan padat karya dalam menanggulangi pengangguran dengan melibatkan masyarakat sebagai pekerja. Di samping nilai produktif tersebut, pola padat karya juga memelihara nilai kegotong-royongan di tengah masyarakat dan membantu kalangan masyarakat kurang mampu.
Dari segi infrastruktur, proyek padat karya juga dapat memperlancar arus transportasi, mempermudah akses distribusi hasil bumi dan kegiatan ekonomi masyarakat desa ke pusat transaksi di kota dan di pasar-pasar. Terkait program tersbut, Bupati Geredeg meminta kepada Camat untuk mengevaluasi kegiatan tersebut sekaligus memformulasikan usulan program padat karya sesuai potensi wilayahnya masing-masing, terutama prioritas dalam membantu masyarakat miskin. Desa sebagai basis dan simpul komunitas ekonomi masyarakat selayaknya diwadahi untuk disalurkan dan ditumbuhkan, sehingga berkembangnya ekonomi pedesaan berpengaruh terhadap ekonomi daerah dalam memperkokoh kemampuan dan ketahanan daerah di bidang ekonomi. Jika perkonomian meningkat berarti pertumbuhan pembangunan akan bergerak yang akan memicu peningkatan daya beli dan selanjutnya akan mendorong peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.
Camat Selat Drs. I Komang Daging mengatakan, jika pola padat karya terus dapat dikembangkan pemerintah kabupaten melalui pola usulan dari bawah, optimis lapangan pekerjaan dapat diciptakan sehingga lambat laun upaya mengatasi kemiskinan akan tercapai melalui pemberdayaan potensi ketenagakerjaan masyarakat khususnya rumah tangga miskin.
Bendesa Adat Peringsari I Made Gejer juga mengatakan, jika lapangan kerja di pedesaan mampu diciptakan pemerintah maka pengangguran dapat diatasi dan masyarakat tidak menganggur dan bersikap malas. Ia menyarankan, agar model padat karya bisa dibentuk dalam skala kecil tidak harus bernilai besar agar bisa disebar dan lebih beragam jenis dan luasannya.
|