| Gotong Royong |
|
Seperti halnya dibagian lainnya di Bali, kehidupan social Kabupaten
Karangasem didukung oleh semangat kerjasama yang saling menguntungkan,
baik berhubungan dengan kepentingan umum (masyarakat) maupun anggotanya.
Cara tolong-menolong ini disebut "Gotong Royong". Hal
ini telah menjadi bagian dasar dari hidup sebagai anggota masyarakat
yang perlu membantu satu sama lain dalam berbagai hal. Segala sesuatu
dilakukan secara bersama-sama tanpa mengharapkan penghargaan.
|
 |
| Tari Bali |
 |
Musik dan tari
adalah bagian yang tidak terpisahkan dari agama di Bali. Tarian-tarian
Bali diklasifikasikan menjadi dua jenis yaitu tarian pertujukan
dan tarian sakral. Tari pertunjukan (bebalihan) adalah tarian
yang umumnya dimainkan/dipentaskan untuk hiburan, sementara
tari sakral (wali) merupakan tarian yang hanya dapat dimainkan
untuk mengiringi upacara keagamaan tertentu. Ada beragam jenis
tari pertunjukan seperti: tari lebah, tari perang, tari untuk
mencari pasangan, tari penyambutan tamu, dan lain sebagainya;
sementara, tari sakral seperti: tari pendet, rejang dewa, Sanghyang,
topeng, dan lain sebagainya. |
|
| Angklung |
|
|
Angklung (dikenal sebagai Angklung Kelentungan) adalah suatu jenis
alat musik tradisional yang terbuat dari empat keeping logam, menghasilkan
empat nada. Jenis gamelan seperti ini menghasilkan nada sedih, melankolis,
dan lulling dinamis. Angklung merupakan bentuk gamelan tertua, berasalah
dari abad ke-10. Umumnya, Angklung dimainkan untuk mengiringi suatu
upacara kremasi.
|
 |
| Gong Kebyar |
|
 |
Gong Kebyar
berasal dari Bali Utara. Biasanya sebagai pengiring tarian.
Perkembangan gong kebyar sekarang berdasarkan pada nada lelegongan.
Gong jenis ini dapat digunakan untuk berbagai jenis kegunaan,
baik mengiringi tarian dan odalan di pura. |
|
| Baleganjur |
|
|
Baleganjur dilengkapi dengan instrumen tambahan (dikenal sebagai
angklung) terbuat dair batang bamboo. Kombinasi Baleganjur dan instrument
angklung disebut "kocokan". Kocokan umumnya ditampilkan
pada upacara keagamaan atau ritual lain.
|
 |
| Genjek |
|
 |
Genjek merupakan
salah satu seni Kabupaten Karangasem. Hal yang unik dalam genjek
adalah bahwa ada kebiasan meminum "tuak" sebelum mereka
memainkan genjek; tujuannya agar nyanyian mereka lebih atraktif.
Genjek pada awalnya hanya merupakan kegiatan untuk menghabiskan
waktu senggang para penduduk desa dengan menyanyi bersama. Biasanya
nyanyian genjek bertemakan kehidupan social dan intercourse.
Genjek dapat dipadukan dengan tarian yang disebut "joged"
secara spontan. |
|
| Magibung |
|
|
Magibung merupakan suatu tradisi unik tentang makan bersama dalam
suatu kegiatan yang menunjukkan kelompok masyarakat dalam kesedihan
dan kegembiraan yang memiliki beberapa aturan. Satu porsi nasi diletakkan
pada piring yang dibuat dari daun yang disebut "aled".
Aled-aled yang lain berisi lawar, sate, komoh, dan sambal embe (bawang
goring, cabai goring, dan garam), air atau tuak, dan basehan (air
ditaruh dalam suatu mangkok untuk mencuci tangan). Biasanya minum
air atau tuak adalah merupakan kegiatan terakhir. Magibung biasanya
dilakukan pada aktifitas seperti upacara keagamaan atau kerja tradisional
di Kabupaten Karangasem.
|
 |
| Ngaben |
|
 |
Ngaben adalah
upacara tradisional unik di Bali yang juga dipraktikkan di Kabupaten
Karangasem. Ngaben merupakan upacara suci untuk roh orang yang
meninggal. Upacara ini dilakukan oleh putra-putri orang yang
meninggal. Upacara ini bertujuan untuk mengembalikan roh orang
yang meninggal agar bersatu kembali ke Sang Pencipta, Ida Sanghyang
Widhi Wasa. Menurut doktrin Hindu yang dipraktikkan di Bali,
upacara ini dianggap sebagai upacara terakhir dalam siklus hidup
seseorang di dunia. |
|
| Otonan |
|
|
Otonan merupakan upacara yang dilakukan orang tua terhadap anaknya
untuk penyelamatan kepada Tuhan (Ida Sanghyang Widhi Wasa) yang
dilakukan sekali dalam enam bulan (berdasarkan pada perhitungan
Kalender Bali). Tujuan lain kegiatan upacara ini adalah untuk untuk
menghormati Ibu pertiwi dengan harapan sang anak memiliki umur panjang
dan beruntung.
|
 |
| |
|