|
Sejarah:
Tirtagangga dibangun pada tahun 1948 oleh Raja Karangasem, Anak
Agung Anglurah Ketut Karangasem. Taman air ini dikonstruksi dalam
arsitektur yang sangat unik dengan gaya Bali dan Cina.
Lokasi:
Tirtagangga terletak di Desa Ababi, Kecamatan Abang-sekitar 83 km
dari Denpasar dan 6 km dari Amlapura ke utara.
Fasilitas:
Fasilitas yang tersedia di daerah ini antara lain hotel-hotel
kecil, restoran-restoran kecil, dan warung-warung serta areal parkir
yang luas.
Deskripsi:
Tirtagangga terletang pada daerah 1,2 hektar yang terdiri
atas tiga kompleks. Kompleks pertama yakni pada bagian paling bawah
dapat ditemukan dua kolam teratati dan air mancur. Kompleks kedua
adalah bagian tengah dimana dapat ditemukan kolam renang; sementara,
pada bagian ketiga, yakni kompleks ketiga, kita dapat menemukan
tempat peristirahatan raja.
Sebelum konstruksi Tirtagangga, terdapat sumber mata air besar
di daerah ini; sehingga masyarakat setempat menyebut daerah ini
"embukan" yang artinya mata air.
Mata air itu kemudian difungsikan untuk memenuhi kebutuhan penduduk
akan air dan juga sebagai "pemurnian" dari para Dewa.
Untuk tujuan ini, mata air ini dianggap suci dan sacral.
Aspek religius dalam mengkonstruksi Tirtaganga untuk rumah istirahat
raja dan juga untuk fungsi umum layak untuk disaksikan.
|