Lokasi Wisata
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
   

Kalender Kegiatan 2010

Juni 2010


Upcacara Keagamaan di Pura :
   
1 – 3 Juni
  • Pura Sad Khahyangan Andakasa, Antiga – Kec.Manggis piodalan mulai pukul 10.00 wita .
  • Pura Bale Agung Antiga dan Pura Dalem babakan, Gegelang – Kec.Manggis Piodalan mulai pukul 10.00 wita.
4 Juni s/d 4 Juli Tenganan Pegringsingan
( Desa Bali Age/Desa Tua Di Bali ) Kecamatan Manggis.

Usaba Kelima/ Sambah ;

Merupakan acara kebudayaan paling besar pada tahun ini yang dipenuhi upacara sebulan penuh mulai tgl. 4 Juni s/d 4 Juli, dengan program upacara sebagai berikut :
  • 4 Juni, Mamiut adalah ritual yang diadakan di semua pura desa untuk memohon keselamatan dan kesuksesan upacara paling besar yang dilaksanakan selama satu bulan penuh.
  • 4 Juni,  Rapat dan ritual dilakukan di Pura Puseh Sembangan yang diikuti oleh seluruh anggota pura dimeriahkan gamelan Selonding.
  • 8 Juni, “Mati Ombo Sanghyang” adalah upacara khusus ketika Dewa-dewa diletakkan di Bale Agung selama tiga hari. Acara penyembelihan kerbau dan pengumpulan keris pukul 12.00 wita, prosesi diawali iringan gamelan Selonding di Bale Agung pukul 17.00 wita.
  • 11 Juni, Merupakan hari terakhir prosesi Mati Ombo Sanghyang, prosesi pengembalian para Dewa ke Pura Raja Purana pada pukul 18.00 wita. Pemasangan ayunan kuno diiringi gamelan Selonding. 
  • 13 Juni, Sekelompok anak gadis mengumpulkan air suci ke pemandian umum, yang lainnya berdoa di Pura Batu Keben dan Pura Telaga. Ayunan kuno disucikan, didoa-I dan dicoba, suasana dimeriahkan gamelan Selonding. Acara ini dilanjutkan dengan upacara khusus untuk anak laki-laki yang secara resmi diterima sebagai “calon teruna”.
  • 14 Juni, Hari kedua pengumpulan air suci dan para pria desa menghadiri rapat. Dilanjutkan dengan bermain ayunan bersama.
  • 15 Juni, “Mulan Saat” acara khusus yang diawali kegiatan para wanita yang memakai pakaian khusus tradisional terbaik mereka pukul 09.00 wita. Upacara utama dimulai pukul 13.00 wita   dawali tari Abwang yang dilakukan di Bale Agung pukul 12.00 wita dan diakhiri dengan memainkan gamelan Selonding keliling desa.  
  • 16 Juni, “Mulan Daha” merupakan acara khusus hanya untuk para gadis dimana tarian Abwang diadakan di Patemu Kaja (utara), Patemu Tengah dan Kelod (selatan) pukul 18.00 wita, sedangkan para pemuda bermain gamelan Selonding keliling desa pukul 20.00 wita.
  • 17 Juni, “Ngelawad” dimana para pemuda desa dari temu Kelod dan Jero Pasek berdoa dan membawa sesaji ke pura Puseh Sembangan, Pura Petung dan Pura Batan Cagi.
  • 18  Juni “Muran desa” adalah upacara special yang dilakukan tiap tiga tahun sekali terdiri dari serangkaian prosesi upacara acral dan suci berpusat di Bale Agung mulai pukul 16,00 wita sampai larut malam dimeriahkan gamelan Selonding. Upacara ini diikuti semua warga desa yang berpakaian tradisional terbaiknya.
  • 19 Juni , “Maling-malingan” (pencuri) acara khusus yang dilakukan oleh dua pemuda sebagai pencuri daging di Bale Agung lalu ditangkap oleh masyarakat setelah pengejaran selama beberapa jam kemudian dipakaikan baju daun pisang, bunga dan dikalungi lonceng kerbau diarak keliling desa (menunjukan bahwa penjahat tidak akan diampuni). Acara lucu dan seru ini diakhiri tarian Abwang oleh para gadis di Patemu. Dilanjutkan dengan Makare-kare  (pareng pandan) di Bale Agung  pukul 16.00 wita.
  • 20 Juni, “Mabwang Kala” (pembebasan roh jahat) upacara khusus yang diawali tari Abwang didepan Patemu lalu mengelilingi Patemu dan diakhiri dengan melantunkan kidung suci  bersama-sama pukul 20.00 wita. Makare-kare secara simbolis diadakan di Bale Agung pukul 16.00 wita.
  • 21 Juni, “Makare” secara simbolis tanpa pertarungan sesungguhnya dilaksanakan di Bale Agung dan gamelan Gambang.
  • 23 June,“Muran Teruna” (acara khusus untuk pemuda) diadakan tiap tiga tahun sekali selama sehari penuh, berbagai kegiatan dilakukan oleh para pemuda desa dengan acara utamanya memilih gadis sebagai pasangannya untuk menghadiri rangkaian upacara nanti.
  • 25 Juni ,Makare-kare ( Perang Pandan ) Patemu Kelod pukul 16.00 wita diikuti oleh para gadis dan anak-anak perempuan berpakaian tradisional bermain ayunan kuno pukul 18.00 wita dan diakhiri dengan doa di pura Banjar.
  • 26 Juni, Makare-kare (Perang Pandan) Petemu Kaja adalah perang bersenjatakan pandan berduri dan tameng rotan sebagai bagian dari ritual di siang hari, dan para gadis berdoa di pura desa pukul 16.00 wita.
  • 27 Juni, Makare-kare  (Perang Pandan ) Patemu Tengah (atraksi paling ramai), diawali prosesi keliling desa bermain gamelan, tari Rejang dan tari Abwang. Mekare-kare diadakan pukul 11.00 wita yang acr diikuti semua orang/ orang asing dengan poin utama pada karakter gerak tari  dimana tidak ada menang atau kalah. Luka-luka akibat duel ini akan segera sembuh dengan pengobatan tradisional mereka. Acara ini merupakan rangkaian dari ritual dan menyanyikan kidung, penampilan tarian acral Rejang dan Kris pukul 16.00 wita. Rangkaian prosesi diakhiri tari Rejang dan ritual di subak Daha pada pukul 21.00 wita.
  • 28 Juni, Persembahyangan di pura Banjar diiringi tari Rejang dan gamelan Selonding pukul 06.00 wita. Sesaji babi guling dan tari Abwang dilaksanakan di subak Daha, pesertanya adalah  para pemuda pemudi desa  pukul 21.00 wita.
  • 4 Juli, “Nyajah” upacara penutupan Usaba Sambah yang dihadiri seluruh masyarakat desa untuk menghormati fungsi social dikomunitas Tenganan Pegringsingan.
16 Juni Pura Silayukti di Pelabuhan Padangbai Kecamatan Manggis diiringi Gamelan Gong dan Kidung  pukul 10.00 wita sampai selesai berlangsung selama 3 hari.
  •  Pura Puseh dan Pura Penataran Dukuhnagasari, Desa/ Kecamatan       Bebandem, upacara diiringi Gamelan Gong dan kidung wargasari mulai pukul 14.00 wita.
  • Pura Puseh Desa Nyuhtebel Kecamatan Manggis odalan Tapakan Barong Pukul 13.00 Wita.
26 Juni Pura Pedharman Bujangga Waisnawa, Pura Banua Kangin, Pura Merajan Kanginan (Empu Bharadah), di komplek Pura Besakih – Kec. Rendang diiringi Gamelan dan kidung mulai pukul 10.00 wita.
26 Juni
  • Pura Penataran agung, Pura Tirta, Pura Pengubengan, di komplek Pura Besakih   Kec. Rendang. Aci – aci Penaung Taluh pukul 10.00 wita.
  • Pura Segara Sengkidu (Rejang, Baris bedil, Baris tombak dan Baris bajra), Sengkidu – Kec.Manggis. Pura Puseh, Penek Ban – Kec.Kubu.  Aci purnama kasa.
  • Pura Renini, Pesedahan – Kec. Manggis piodalan diiringi tari Rejang, Pendet dan Tari Kris pukul 14.00 wita.
  • Pura Candidasa, Bugbug –Kec. Karangasem piodalan pukul 07.00 wita.
26 – 28 Juni Pura Bale Agung, Desa Bugbug Kec. Karangasem.Usaba  sumbu/ Usaba Manggung  c
  • 26 juni,Upacara di Pura Bale Agung pada pukul : 16.00 wita.
  • 27 Juni,Puncak Upacara bertempat di Pura Bale Agung diiringi Tarian Rejang pukul : 09.00 wita dan Tari Abwang,Tari Pendet dan Tari Keris  Pukul 16.00 wita.
  • 28 Juni,Penutupan  Upacara bertempat di Pura Bale Agung diiringi Tarian Rejang pukul : 09.00 wita dan Tari Abwang,Tari Pendet dan Tari Keris  Pukul 16.00 wita
26 s/d 30 Juni Pura Puseh, Asak –Kec. Karangasem Usaba Sumbu.;
  • 26 Juni, Bangun sumbu kelod dan Medewa saksi pukul 09.00 wita.
  • 27 Juni, Ida Bethara Mesolah pukul 09.00 wita.
  • 28 – 29 Juni, puncak upacara diiring  Abuang Teruna, tari  Pendet, Abuang Dehe dan Tari Rejang pukul 15.00 wita.
  • 30 Juni, Pengusan upacara diiringi Abuang Teruna,tari pendet,Abuang Dehe dan Tari Rejang pada pukul 05.00 wita s/d 10.00 wita.
29 Juni Pura Candidasa Desa Bugbug Kec  Karangasem.
  • Parade berupa prosesi dengan berjalan kaki  masyarakat desa Bubbug diawali dari Pura Bale Agung menuju Pura Candidasa yang berjarak sekitar 4 km diiringi Gamelan Baleganjur disertai tradisi dan upacara unik di Pura Candidasa pada pukul : 07.00 wita.