| Temple
anniversary celebrations at : |
| |
|
| 7 June |
Throughout Bali, Saraswati day is the day
to celebrate knowledge and literature at the home and all school.
Saraswati hari turunnya ilmu pengetahuan dengan symbol seorang dewi
yang cantik dirayakan di seluruh Bali dan disekolah - sekolah. |
| 8 June |
The beach or spring water at Karangasem. Banyu
Pinaruh procession after Saraswati celebration, to cleanse and purify
themselve start at 05.00 - 10.00 am.
Banyu Pinaruh prosesi sehari setelah Saraswati dengan mendatangi sumber
mata air atau laut memohon berkat pengetahuan kepada Tuhan pukul 05.00
- 10.00 wita. |
| 9 June |
Pura Desa, Linggawana Kertha Mandala - Abang
district. Ceremony accompanied by Rejang Dewe, Wewalen and Baris Gede
dances start at 02.00 pm.
Pura Desa, Linggawana Kertha Mandala - Kec.Abang piodalan diiringi
Tari Rejang Dewe, Wewalen dan Baris Gede pukul 14.00 wita. |
| 11 June
|
Throughout Bali, Pagerwesi celebration is
to thank to Sanghyang Pramesti Guru for retaining himself from the
bad influences.
Pagerwesi hari raya penghormatan kepada Sanghyang Pramesti Gurusebagai
dewa pelindung pengaruh buruk dalam kehidupan dilaksanakan di seluruh
Bali. |
| 18 June |
Pura Masceti, Gegelang - Manggis district.
Usaba Emping ceremony
Pura Masceti, Gegelang -Kec. Manggis, Usaba Emping |
| |
|
| 24 May |
DESA TENGANAN PEGRINGSINGAN - MANGGIS DISTRICT
Usaba Kelima/ Sambah ceremony,
upacara Usaba Kelima/ Sambah ;
The biggest cultural event throughout the year, a whole month celebrations
from May 24th until July 25th , with details of the program as below
;
Merupakan acara kebudayaan paling besar pada tahun ini yang dipenuhi
upacara sebulan penuh mulai tgl. 24 Mei ~ 25 Juli, dengan program
upacara sebagai berikut :
- Mamiut is rituals held at all village's Temple to ask safety
and successfulness for the biggest ceremony to be held during month
time.
- Mamiut adalah ritual yang diadakan di semua pura desa untuk memohon
keselamatan dan kesuksesan upacara paling besar yang dilaksanakan
selama satu bulan penuh.
|
| 26 May |
- Meeting and ritual held at Puseh Sembangan
temple attended by the Temple's adherents, cheered with Selonding
music.
- Rapat dan ritual dilakukan di Pura Puseh Sembangan yang diikuti
oleh seluruh anggota pura dimeriahkan gamelan Selonding. |
| 30 May |
- Mati Ombo Sanghyang is special event when
Deities abide at Bale Agung for three days. The event commenced with
slaughtering a buffalo with shared kris at 12.00 am, accompanied by
Selonding music preceded by procession to Bale Agung at 05.00 pm.
- "Mati Ombo Sanghyang" adalah upacara khusus ketika Dewa-dewa
diletakkan di Bale Agung selama tiga hari. Acara penyembelihan kerbau
dan pengumpulan Keris pukul 12.00 wita, prosesi diawali iringan gamelan
Selonding di Bale Agung pukul 17.00 wita. |
| 2 June |
- Last day of Mati Ombo Sanghyang when the
Deities return in procession to Raja Purana temple at 06.00 pm while
the ancient swing is set up, cheered with Selonding music.
- Merupakan hari terakhir prosesi Mati Ombo Sanghyang, prosesi pengembalian
para Dewa ke Pura Raja Purana pada pukul 18.00 wita. Pemasangan ayunan
kuno diiringi gamelan Selonding. |
| 4 June |
- A group of maidens collect holy water to
public bathing place, while the other pray at Batu Keben temple and
Telaga temple. The ancient swing is purified, blessed and then tried
while Selonding music cheers the atmosphere. This event followed by
special ceremony for boys who officially accepted as "calon teruna"
(bachelor of the village)
- Sekelompok anak gadis mengumpulkan air suci ke pemandian umum, yang
lainnya berdoa di Pura Batu Keben dan Pura Telaga. Ayunan kuno disucikan,
didoa-I dan dicoba, suasana dimeriahkan gamelan Selonding. Acara ini
dilanjutkan dengan upacara khusus untuk anak laki-laki yang secara
resmi diterima sebagai "calon teruna". |
| 5 June |
- Second day of collecting holy water while
the man attending a meeting. This event followed by swinging together
on the ancient swing.
- Hari kedua pengumpulan air suci dan para pria desa menghadiri rapat.
Dilanjutkan dengan bermain ayunan bersama. |
| 6 June
|
Mulan Saat" a special event which started
by woman activities who's all dressed up in their finest & specific
traditional dress at 09.00 am. The main ceremony start at 01.00 pm
accompanied by Abwang dance performed at Bale Agung at 12.00 Am ended
with Selonding group playing music around the village.
- "Mulan Saat" acara khusus yang diawali kegiatan para wanita
yang memakai pakaian khusus tradisional terbaik mereka pukul 09.00
wita. Upacara utama dimulai pukul 13.00 wita dawali tari Abwang yang
dilakukan di Bale Agung pukul 12.00 wita dan diakhiri dengan memainkan
gamelan Selonding keliling desa. |
| 7 June |
- "Mulan Daha" special event for
maidens only, with Abwang dance performed in front of Petemu Kaja
(north hall), Patemu Tengah (centre hall) and Kelod (south) at 06.00
pm, while Selonding music played by bachelors marching around the
village at 08.00 pm.
- "Mulan Daha" merupakan acara khusus hanya untuk para gadis
dimana tarian Abwang diadakan di Patemu Kaja (utara), Patemu Tengah
dan Kelod (selatan) pukul 18.00 wita, sedangkan para pemuda bermain
gamelan Selonding keliling desa pukul 20.00 wita. |
| 9 June |
- "Ngelawad", krama desa truna of
Temu Kelod and Jero Pasek praying and present Ngelawad offerings at
Pura's; Puseh Sembangan, Petung and Batan Cagi temples.
- "Ngelawad" dimana para pemuda desa dari temu Kelod dan
Jero Pasek berdoa dan membawa sesaji ke pura Puseh Sembangan, Pura
Petung dan Pura Batan Cagi. |
| 9 June |
- Symbolic "Makare" without actual
fighting at Bale Agung with Gambang music.
- "Makare" secara simbolis tanpa pertarungan sesungguhnya
dilaksanakan di Bale Agung dan gamelan Gambang. |
| 9 June |
- "Muran Desa" the special event
held in every three years for the whole village consists a series
of rituals like purification and sacrificial ceremonies focused at
Bale Agung, started from 04.00 pm until late at night with Selonding
music cheering the atmosphere. Attended by all villager with their
finest traditional dress.
- "Muran desa" adalah upacara special yang dilakukan tiap
tiga tahun sekali terdiri dari serangkaian prosesi upacara sakral
dan suci berpusat di Bale Agung mulai pukul 16,00 wita sampai larut
malam dimeriahkan gamelan Selonding. Upacara ini diikuti semua warga
desa yang berpakaian tradisional terbaiknya. |
| 10 June |
- "Maling-malingan" (maling means
the thief) is special event where two young man representing their
respective group steal some meat available at Bale Agung. When they
finally captures by the villagers after being chased a couple of time,
then they dress up with old banana leaves clothes, flower, necklace
of cow bell and then carried along the village roads (as to show that
the criminal is unforgiving/ intolerant). This funny and cheerful
event finally ended with Abwang dance performed by the maidens at
Patemu. "Makare-kare" (duel between group of young man each
armed with two pieces of thorny pandanous leaves and pleated rattan
as the armor), held at Bale Agung at 04.00 pm.
- "Maling-malingan" (pencuri) acara khusus yang dilakukan
oleh dua pemuda sebagai pencuri daging di Bale Agung lalu ditangkap
oleh masyarakat setelah pengejaran selama beberapa jam kemudian dipakaikan
baju daun pisang, bunga dan dikalungi lonceng kerbau diarak keliling
desa (menunjukan bahwa penjahat tidak akan diampuni). Acara lucu dan
seru ini diakhiri tarian Abwang oleh para gadis di Patemu. Dilanjutkan
dengan Makare-kare (pareng pandan) di Bale Agung pukul 16.00 wita. |
| 11 June |
- "Mabwang Kala"(exorcizing evil
spirits) is special event started with Abwang dance performed in front
of Patemu (block of residence) followed with moving around the Patemu
and ended up with chanting holy hymn together at 08.00 pm. Symbolical
Makare-kare held at Bale Agung at 04.00 pm
- "Mabwang Kala" (pembebasan roh jahat) upacara khusus yang
diawali tari Abwang didepan Patemu lalu mengelilingi Patemu dan diakhiri
dengan melantunkan kidung suci bersama-sama pukul 20.00 wita. Makare-kare
secara simbolis diadakan di Bale Agung pukul 16.00 wita. |
| 11 June |
- "Muran teruna" (special event
for bachelors) held every three years in a whole day long which consist
of various activities done by village's bachelors w/ main program
is selecting a maiden to be their respective partner to attend the
series of ceremony.
- "Muran Teruna" (acara khusus untuk pemuda) diadakan tiap
tiga tahun sekali selama sehari penuh, berbagai kegiatan dilakukan
oleh para pemuda desa dengan acara utamanya memilih gadis sebagai
pasangannya untuk menghadiri rangkaian upacara nanti. |
| 13 June |
- "Makare-kare at Patemu Kelod"
at 04.00 pm followed by maidens and little girls in complete traditional
dress swinging on the old spinning chair (ancient swing) at 06.00
pm and ended by praying in Pura Banjar.
- Makare-kare di Patemu Kelod pukul 16.00 wita diikuti oleh para gadis
dan anak-anak perempuan berpakaian tradisional bermain ayunan kuno
pukul 18.00 wita dan diakhiri dengan doa di pura Banjar. |
| 14 June |
- "Makare-kare in Petemu Kaja"
(duel among a group of men each armed with two pieces of thorny pandanous
leaves and plated rattan as the armor) as part of the rituals along
noon while the maidens praying in village's temple at around 04.00
pm.
- Makare-kare atau duel/ perang bersenjatakan pandan berduri dan tameng
rotan sebagai bagian dari ritual di siang hari, dan para gadis berdoa
di pura desa pukul 16.00 wita. |
| 15 June |
- "Makare-kare
Patemu Tengah/ Pengrame" (the
Most Hotted) preceded with
procession around the village by playing music, Rejang and Abwang
dances. "Makare-kare" welcome anybody or stranger to participate
in with stress put on the dancing characteristic which nobody loose
or win at 11.00 am. Wound got during the duel which could be easily
good with traditional medicine. This event followed by the series
of rituals and chanting hymns, sacred performances of Rejang and Kris
dances at 04.00 pm. The entire event is ended by Abwang dance performance
and ritual at Subak Daha at 09.00 pm.
- Makare-kare Patemu Tengah( atraksi paling ramai), diawali prosesi
keliling desa bermain gamelan, tari Rejang dan tari Abwang. Mekare-kare
diadakan pukul 11.00 wita yang bisa diikuti semua orang/ orang asing
dengan poin utama pada karakter gerak tari dimana tidak ada menang
atau kalah. Luka-luka akibat duel ini akan segera sembuh dengan pengobatan
tradisional mereka. Acara ini merupakan rangkaian dari ritual dan
menyanyikan kidung, penampilan tarian sakral Rejang dan Kris pukul
16.00 wita. Rangkaian prosesi diakhiri tari Rejang dan ritual di subak
Daha pada pukul 21.00 wita. |
| 16 June |
- Prayer held at Banjar temple with Rejang
dance and Selonding music at 06.00 am. Roasting pig followed by Abwang
dance are held at Subak Daha, the participant are the village's bachelors
and maidens at 09.00 pm.
- Persembahyangan di pura Banjar diiringi tari Rejang dan gamelan
Selonding pukul 06.00 wita. Sesaji babi guling dan tari Abwang dilaksanakan
di subak Daha, pesertanya adalah para pemuda pemudi desa pukul 21.00
wita. |
| 25 June |
Nyajah" the closing ceremony of Usaba
Sambah attended by whole villagers according to their respective social
functions in the community of Tenganan Pegringsingan.
- "Nyajah" upacara penutupan Usaba Sambah yang dihadiri
seluruh masyarakat desa untuk menghormati fungsi social dikomunitas
Tenganan Pegringsingan. |
| |
|
| 18 Jun. - 01 Jul. |
DESA BUNGAYA - KARANGASEM DISTRICT
Usaba Sumbu ceremony, upacara Usaba Sumbu ;
- 18 June, 'Murnama and 'Mesembur' ceremony (in purpose telling
Deities that in the few days will held Usaba Sumbu ceremony) held
at Bale Agung temple at 10.00 pm till finished.
- Upacara 'Murnama' dan 'Mesembur' (bertujuan u/ memberitahukan
para dewa bahwa dalam waktu dekat akan dilangsungkan upacara Usaba
Sumbu) yang dilaksanakan di pura Bale Agung pukul 22.00 wita sampai
selesai.
- 21 Juni, 'Pemahbahan ceremony at Beji Sage, Penataran and Pesuikan
temples at 08.00 pm till finished. When 'Pemahbahan' held 'mesucian'
at Penataran continued by 'melinggih' at Pesuikan temple.
- Upacara 'Pemahbahan' di Beji Saga, Penataran dan pura Pesuikan,
pada jam 20.00 wita sampai selesai. Saat 'Pemahbahan' dilakukan
'mesucian' di Penataran kemudian diteruskan dengan melinggih di
pura Pesuikan.
- 22 - 23 June, Deities 'mesolah' / dancing at Pesuikan temple
at 09.00 pm till finished.
- Ida batara 'mesolah' di pura Pesuikan pukul 21.00 wita sampai
selesai.
- 24 June, 'Pemios' ceremony at Dulun Yeh temple/ Ulun Suwi, held
at 05.00 pm till finished.
- Upacara 'Pemios' di pura Dulun Yeh/ Ulun Suwi, dilakukan pukul
17.00 wita sampai selesai.
- 25 June, 'Pengajengan' ceremony in Bale Agung temple (along with
Rejang Daha dance) at 08.00 pm - 03.00 am.
- Upacara 'Pengajengan' di pura Bale Agung (diiringi Rejang Daha)
pukul 20.00 - 03.00 (dinihari).
- 'Pengajengan' ceremony in Bale Agung at 02.00 - 04.00 pm, all
Asak villager come to pray along with Rejang Daha Asak dance. Then
tomorrow held Rejang Daha Bungaya dance at 08.00 pm - 03.00 am.
- Upacara 'Pengajengan' di Pura Bale Agung, pada pukul 14.00 - 16.00
wita, warga desa Asak datang sembahyang dengan membawa tari Rejang
Daha Asak. Esok harinya dilaksanakan tari Rejang Daha Bungaya pukul
20.00 - 03.00 wita.
- 27 June, 'Pengusan (ngeluarang)' ceremony Bale Agung temple,
this ceremony as the information to Deities that Usaba Sumbu ceremony
was finished and the Deities can return to their own place.
- Upacara 'Pengusan (ngeluarang)' jam 01.00 pm until finish di pura
Bale Agung, upacara permakluman kepada para dewa bahwa rangkaian
Usaba Sumbu telah selesai dan para Dewa dipersilahkan kembali ke
tempat masing-masing.
- 28 June, at 09.00 am till finished held 'Ngelungsur' banten tegeh/
pajegan on morning of 27rd June, can be lungsur/ bring to home after
'Ngelungsur ceremony.
- Jam 09.00 sampai selesai upacara 'Ngelungsur' banten tegeh/ pajegan
yang dilakukan tgl 27 Juni pagi baru bisa dilungsur / dibahwa pulang
setelah upacara 'Ngelungsur'.
- 01 Juli, 'Mecaru' ceremony held in Bale Agung temple and all
banjar adat at 03.00 - 05.00 pm.
- Upacara 'Mecaru' yang dilakukan di Bale Agung dan seluruh banjar
adat, pukul 15.00 wita - Selesai.
|
| 21 June |
- Throughout Bali by Hindus people, Tumpek
Landep celebration is to thank to Sanghyang Pasupati due to gave the
strength, powerful and sharpness any kind of weapon/ metal.
- Pura Ida Ratu Pande, Pura Besakih complex - Rendang district, Pura
Dalem, Gegelang - Manggis district. Ceremony start at 10.00 am.
- Apit Yeh - Manggis district, ceremony accompanied by sacred Barong
dance performed at 06.00 pm.
- Tumpek Landep Hari penghormatan kepada Sanghyang Pasupati dengan
ciptaannya berupa alat /senjata tajam yang berguna untuk kehidupan
manusia, dilaksanakan oleh seluruh umat Hindu.
- Pura Ida Ratu Pande, di komplek Pura Besakih -Kec. Rendang dan Pura
Dalem, Gegelang -Kec Manggis piodalan pukul 10.00 wita
- Apit Yeh - Kec.Manggis, Piodalan Barong sacral pukul 18.00 wita. |
| 21-23 June |
Desa Tenganan Dauh Tukad , Manggis District,
with the following events;.
- 21 June, Dehe Nyambah ritual is procession of teen celebration for
boy and girl start at 09.00 am..
- 22 June, Metekrok ritual is unique and sacral ritual which presenting
a tree fulfil by various fruit, snack and meal then to be eaten together
start 10.00 am.
- 23 June, Mekare - kare ceremony is ritual by fighting used thorny
pandanous leaves as the Indra Deva's army symbol in fight agains the
evil (the same with Mekare-kare Tenganan) accompanied by Selonding
orchestra, held at 01.00 pm. |
| 10 June |
Desa Tenganan Dauh Tukad Kecamatan Manggis.
- 21 Juni Upacara Dehe Nyambah yaitu upacara akil balik dilaksanakan
oleh masyarakat yang telah dewasa`baik laki (truna) maupun perempuan
(dehe) mulai pukul 09.00 Wita
- 22 Juni ,Acara Metekrok yaitu acara unik dan sakral yang menjadi
tradisi lokal berupa pohon yang berisi beraneka buah dan makanan yang
dikelilingi oleh masyarakat tua dan muda yang pada akhirnya dimakan
bersama-sama mulai Pukul 10.00 wita.
- 23 Juni, Mekare - Kare ( Perang Pandan ) yaitu tradisi perang mempergunakan
daun pandan berduri sebagai simbol pasukan indra dalam memenangkan
perang melawan keangkaramurkaan , tradisi ini sama dengan didesa tetangganya
yaitu Desa Tenganan Pegringsingan. Pukul : 13.00 wita diiringi gamelan
selunding. |
| 25 June . |
Pura Pasar Agung, Sebudi - Selat district
and Pura Tirta, Pura Batu Madeg, Nyuhtebel - Manggis district. Ceremony
at 03.00 pm.
Pura Pasar Agung, Sebudi - Kec. Selat dan Pura Tirta , PuraBatu Madeg,
Nyuhtebel - Kec Manggis piodalan.pukul. 15.00 wita. |